Senin, 01 September 2014

Teori Manajemen



Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.Si


Menurut Siagian dalam buku  “filsafat administrasi”    management dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”.
Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa management merupakan inti daripada administrasi karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada adminsitrasi”
2.       Menurut Arifin Abdulrachman (1996:14) dalam buku “kerangka    pokok-pokok management” dapat diartikan :
a.            Kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;
b.            Proses,  yakni kegiatan  dalam  rentetan  urutan- urutan;
c.            Insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau
               proses  kegiatan

3.         Menurut         Allport, G.W. (1993:18) dalam bukunya  Personality: A psychological interpretation.  definisi manajemen adalah “proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan “.
4.         Menurut “Marry Parker Follet” yang dikutif olwh Pamudji, S. (1985:21) dalam bukunya Teori Sistem dan Penerapannya dalam Manajemen.: “manajemen didefinisikan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.
5.         Menurut James A.F. Stonner yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:14) dalam bukunya  Manajemen”: “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan danpengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”.
6.       Menurut Manullang (2001:3) dalam bukunya Manajemen dan Organisasi Istilah manajemen mengandung 3 (tiga) pengertian, sbb.:
1.   Manajemen sebagai suatu proses
2.   Manajemen sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang melaksanakan manajemen
3.   Manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu iilmu
7.       Henry Fayol yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15): Manajemen adalah prevoir, organizer commander, coordiner, controller.
8.    Georgy R Terry yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15) manajemen adalah : Cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
9.       Oey Liang Lee (2001:18) dalam bukunya Manajemen Suatu Tinjauan Ilmiah manajemen didefinisikan sebagai Sebuah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
10.     Chaster I Bernard, yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15) menyatakan bahwa Manajemen adalah seni dan ilmu.
Jadi dapat disimpulkan manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan ke arah suatu tujuan.
          Winardi  (1986:4) dalam bukunya Manajemen dalam pendekatan Sistem  adalah “Manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber – sumber lainnya”.
          James A.F. Stoner (1999:8), “Manajemen adalah proses perencanaan, pengarahan, Pengawasan usaha–usaha para anggota  organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya lainnya  agar  mencapai  tujuan organiasi yang telah ditetapkan“

Dari beberapa pengertian manajemen diatas, maka dapat diuraikan beberapa unsur pokok yaitu :
1. Bahwa manajemen selalu diterapkan pada suatu kelompok / organisasi formal. Dimana di dalamnya terdapat orang – orang yang saling mengikatkan diri.
2. Bahwa manajemen senantiasa memanfaatkan segenap sumber yang ada di dalam proses kegiatannya.
3. Bahwa manajemen terdiri dari tindakan–tindakan: perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, penggerakkan, pengawasan.
4. Bahwa di dalam  manajemen senantiasa terdapat adanya tujuan yang hendak dicapai/diwujudkan.
          Selanjutnya Perkembangan pemikiran manajemen sebagai praktik yang dilandasi teori adalah sebagai berikut:

a.      Teori Manajemen Aliran Klasik (1890-1930)
    Frederick W Taylor, Henry L Gantt, Frank Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth adalah tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi para pekerja. (dalam Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Dalam bukunya Pengantar Manajemen).

          Taylor disebut sebagai “bapak manajemen ilmiah” dengan karyanya “scientific management” yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar yang dikembangkan Taylor adalah:
1.      Pengembangan metode ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat ditentukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal.
2.      Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberika tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian.
3.      Pendidikan dan pengembangan karyawan.
4.      Kerjasama yang harmonis antara manajemen dan para karyawan.

          Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu (time and motion studies), pengawasan fungsional, system tariff berbeda yaitu karywan yang lebih produktif dan efisien mendapatkna gaji lebih besar dari yang lainnya.
          Kontribusi terbesar dari Gantt adalah dengan menghasilkan metode grafik sebagai teknik scheduling produksi untu perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi yang popular dengan sebutan “Bagan Gantt”.
b.      Manajemen Organisasi Klasik (Classical Organization Theory) atau Manajemen Operasional Modern (1900-1940)
            Henry Fayol (dalam Hodgetts, Richard M, 1995, International Management, New York : Mc. Graw-Hill Inc).merupakan tokoh teori manajemen operasional manajemen dikenal dengan julukan Bapak teori manajemen modern. Dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum) Fayol membagi aktifivtas-aktivitas industrial dalam enam klompok yaitu teknikal, komersial, financial, keamanan, kepastian, akunting dan manajerial. Ia adalah perumus empat belas prinsip manajemen yaitu:
1)     Pembagian kerja
2)     Wewenang
3)     Disiplin
4)     Kesatuan perintah
5)     Kesatuan pengarahan
6)     Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum
7)     Balas jasa/imbalan
8)     Sentralisasi
9)     Rantai scalr/khirarki
10) Order/susunan
11) Keadilan
12) Stabilitas staf organisasi
13) Inisiatif
14) Esprit de corps (semangat korps)

Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan dan prinsip dasar manajemen orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang baik.

c.       Aliran Perilaku (1924-1940)
      Elton Mayo dan F.J. Roethlisberger (dalam Miner, John B; 1985, The Practice of Management, Colombus, Ohio : Merril Publishing)melakukan studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja di pabrik Hawthorner milik perusahaan Western Electric dengan temuan bahwa kelompok kerja informal lingkungan sosial karyawan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas.
          McGregor memandang perlu adanya perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi diri karyawan dengan menjunjukan dua kategori manusia yaitu manusia X dan manjusia Y atau lebih dikenal dengan teori X dan teori Y. Manusia tipe X adalah manusia yang harus selalu diawasasi agar mau melakukan usaha dalam pekerjaan mereka. Sedangkan manusia Y sebaliknya, ia bersemangat bekerja sebagai kesempatan untuk mengaktualisasikan diri tanpa ada pengawasan sekalipun.
          Di samping penelitian yang focus terhadap perilaku manusia, dikembangkan juga aliran perilaku organisasi yang memandang bahwa hubungan manusia dalam manajemen berada dalam konteks organisasi. Diantara tokohnya adalah Abraham Maslow, Frederick Herzberg, Edgar Schein.
          Aliran perilaku organisasi menganut prinsip bahwa:
1)     Organisasi adalah satu keseluruhan jangan dipandang bagian perbagian.
2)     Motivasi karyawan sangat penting yang menghasilkan komitmen untuk pencapaian tujuan organisasi.
3)     Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknis secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).

d.      Pendekatan Sistem (1940-sekarang)
          Pendekatan sistem memandang bahwa organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian/komponen-komponen yang saling berkaitan. Chester I Barnard menjelaskan dalam “the functions of the executive” bahwa tugas manajer adalah menyarankan pendekatan sistem sosial komprehensif dalam aktifitas “managing”.
          Komponen-komponen/bagian-bagian tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait, terika, memperngaruhi, membutuhkan, dan menentukan. Oleh karena itu harus disadari bahwa perubahan satu komponen akan berpengaruh terhadap komponen-komponen lainnya. Dengan demikian berpikir dan bertindak system berarti tidak memandang komponen secara parsial, tetapi saling terpadu satu sama lain secara sinergi.
          Sinergi berarti bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagiannya. System yang sinergi adalah tiap-tiap unti atau bagian-bagian bekerja dengan serius dalam tatanannya dan menyadari secara penuh dan bertanggung jawab terhadap kemajuan system secara umum.
          Sistem memiliki makna bahwa (1) suatu system terdiri atas bagian-bagian yang saling terkait satu dengan yang lainnya, (2) bagian-bagian yang saling hubung itu dapat berkerja dan berfungsi secara independent atau bersama-sama, (3) berfungsinya bagian-bagian tersebut ditujukan untuk mencapai tujuan umum dari keseluruhan (sinergi), (4) suatu system yang terdiri atas bagian-bagian yang saling hubung tersebut berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.
e.      Pendekatan Kontingensi atau Pendekatan Situsional (1950-sekarang)
          Pendekatan kontingensi atau pendekatan situasional adalah suatu aliran teori manajemen yang menekankan pada situasi atau kondisi tertentu yang dihadapi. Tidak seluruh metode manajemen ilmiah dapat diterapkan untuk seluruh situasi begitupun tidak selalu hubungan manusiawi yang perlu ditekankan karena adakalanya pemecahan yang efektif melalui pendekatan kauantitatif. Itu semua sangat tergantung pada karakteristik situasi yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar