Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.Si
Menurut Siagian dalam buku
“filsafat
administrasi” management dapat didefinisikan
sebagai “kemampuan
atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan
melalui orang lain”.
Dengan demikian
dapat pula dikatakan bahwa management merupakan inti daripada administrasi
karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada adminsitrasi”
2.
Menurut Arifin Abdulrachman (1996:14) dalam
buku “kerangka pokok-pokok management” dapat diartikan :
a.
Kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;
b. Proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;
c. Insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau
b. Proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;
c. Insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau
proses kegiatan
3.
Menurut Allport, G.W. (1993:18) dalam bukunya Personality:
A psychological interpretation. definisi manajemen adalah “proses dan kegiatan pelaksanaan usaha
memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam
mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan “.
4.
Menurut “Marry Parker Follet” yang
dikutif olwh Pamudji,
S. (1985:21) dalam bukunya Teori Sistem dan Penerapannya dalam Manajemen.: “manajemen didefinisikan
sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.
5.
Menurut James A.F. Stonner yang dikutif oleh
Handoko, Hani; (1993:14)
dalam bukunya “Manajemen”: “Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan danpengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”.
6.
Menurut
Manullang (2001:3) dalam bukunya Manajemen dan Organisasi Istilah
manajemen mengandung 3 (tiga) pengertian, sbb.:
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang melaksanakan manajemen
3. Manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu iilmu
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang melaksanakan manajemen
3. Manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu iilmu
7.
Henry
Fayol yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15): Manajemen
adalah prevoir,
organizer commander,
coordiner,
controller.
8.
Georgy
R Terry yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15) manajemen
adalah : Cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan
melalui kegiatan orang lain.
9.
Oey
Liang Lee (2001:18) dalam bukunya Manajemen Suatu Tinjauan Ilmiah manajemen
didefinisikan sebagai Sebuah koordinasi semua sumber daya
melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja,
pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih
dahulu.
10.
Chaster
I Bernard, yang dikutif oleh Handoko, Hani; (1993:15)
menyatakan bahwa Manajemen adalah seni dan ilmu.
Jadi dapat
disimpulkan manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk
mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan ke
arah suatu tujuan.
Winardi (1986:4) dalam bukunya
Manajemen dalam pendekatan Sistem adalah
“Manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari tindakan – tindakan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan yang dilakukan untuk
menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan
sumber daya manusia serta sumber – sumber lainnya”.
James A.F. Stoner
(1999:8), “Manajemen adalah proses perencanaan, pengarahan, Pengawasan
usaha–usaha para anggota organisasi dan
penggunaan sumber daya – sumber daya lainnya
agar mencapai tujuan organiasi yang telah ditetapkan“
Dari beberapa pengertian manajemen diatas, maka dapat diuraikan beberapa
unsur pokok yaitu :
1. Bahwa manajemen selalu diterapkan pada suatu kelompok /
organisasi formal. Dimana di dalamnya terdapat orang – orang yang saling
mengikatkan diri.
2. Bahwa manajemen senantiasa memanfaatkan segenap sumber yang ada di
dalam proses kegiatannya.
3. Bahwa manajemen terdiri dari tindakan–tindakan: perencanaan,
pengorganisasian, pemberian motivasi, penggerakkan, pengawasan.
4. Bahwa di dalam manajemen
senantiasa terdapat adanya tujuan yang hendak dicapai/diwujudkan.
Selanjutnya Perkembangan
pemikiran manajemen sebagai praktik yang dilandasi teori adalah sebagai
berikut:
a.
Teori Manajemen
Aliran Klasik (1890-1930)
Frederick W Taylor, Henry L Gantt, Frank
Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth adalah tokoh-tokoh dibalik teori
manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas
dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi para
pekerja. (dalam Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Dalam
bukunya Pengantar Manajemen).
Taylor disebut sebagai “bapak
manajemen ilmiah” dengan karyanya “scientific management” yang telah memberikan
prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan
mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip
dasar yang dikembangkan Taylor
adalah:
1.
Pengembangan metode
ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat ditentukan metode pencapaian
tujuannya secara maksimal.
2.
Seleksi ilmiah untuk
karyawan agar para karyawan dapat diberika tugas dan tanggung jawab sesuai
keahlian.
3.
Pendidikan dan
pengembangan karyawan.
4.
Kerjasama yang
harmonis antara manajemen dan para karyawan.
Teknik yang digunakan untuk
melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu (time and
motion studies), pengawasan fungsional, system tariff berbeda yaitu karywan
yang lebih produktif dan efisien mendapatkna gaji lebih besar dari yang
lainnya.
Kontribusi terbesar dari Gantt adalah
dengan menghasilkan metode grafik sebagai teknik scheduling produksi untu
perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi yang popular dengan sebutan
“Bagan Gantt”.
b.
Manajemen Organisasi
Klasik (Classical Organization Theory) atau Manajemen Operasional Modern
(1900-1940)
Henry
Fayol (dalam Hodgetts, Richard M,
1995, International Management, New York : Mc. Graw-Hill Inc).merupakan
tokoh teori manajemen operasional manajemen dikenal dengan julukan Bapak teori
manajemen modern. Dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et
Generale (Administrasi Industri dan Umum) Fayol membagi aktifivtas-aktivitas
industrial dalam enam klompok yaitu teknikal, komersial, financial, keamanan,
kepastian, akunting dan manajerial. Ia adalah perumus empat belas prinsip
manajemen yaitu:
1)
Pembagian kerja
2)
Wewenang
3)
Disiplin
4)
Kesatuan perintah
5)
Kesatuan pengarahan
6)
Meletakan kepentingan
perseorangan di bawah kepentingan umum
7)
Balas jasa/imbalan
8)
Sentralisasi
9)
Rantai scalr/khirarki
10) Order/susunan
11) Keadilan
12) Stabilitas
staf organisasi
13) Inisiatif
14) Esprit
de corps (semangat korps)
Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan
dan prinsip dasar manajemen orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang
baik.
c.
Aliran Perilaku
(1924-1940)
Elton Mayo dan F.J. Roethlisberger (dalam Miner, John B; 1985, The Practice of
Management, Colombus, Ohio : Merril Publishing)melakukan
studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja di pabrik
Hawthorner milik perusahaan Western Electric dengan temuan bahwa kelompok kerja
informal lingkungan sosial karyawan memiliki pengaruh besar terhadap
produktivitas.
McGregor memandang perlu adanya
perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi diri karyawan dengan
menjunjukan dua kategori manusia yaitu manusia X dan manjusia Y atau lebih
dikenal dengan teori X dan teori Y. Manusia tipe X adalah manusia yang harus
selalu diawasasi agar mau melakukan usaha dalam pekerjaan mereka. Sedangkan
manusia Y sebaliknya, ia bersemangat bekerja sebagai kesempatan untuk
mengaktualisasikan diri tanpa ada pengawasan sekalipun.
Di samping penelitian yang focus
terhadap perilaku manusia, dikembangkan juga aliran perilaku organisasi yang
memandang bahwa hubungan manusia dalam manajemen berada dalam konteks
organisasi. Diantara tokohnya adalah Abraham Maslow, Frederick Herzberg, Edgar
Schein.
Aliran perilaku organisasi menganut
prinsip bahwa:
1)
Organisasi adalah
satu keseluruhan jangan dipandang bagian perbagian.
2)
Motivasi karyawan
sangat penting yang menghasilkan komitmen untuk pencapaian tujuan organisasi.
3)
Manajemen tidak dapat
dipandang sebagai suatu proses teknis secara ketat (peranan, prosedur dan
prinsip).
d.
Pendekatan Sistem
(1940-sekarang)
Pendekatan sistem memandang bahwa
organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari
bagian-bagian/komponen-komponen yang saling berkaitan. Chester I Barnard
menjelaskan dalam “the functions of the executive” bahwa tugas manajer adalah
menyarankan pendekatan sistem sosial komprehensif dalam aktifitas “managing”.
Komponen-komponen/bagian-bagian
tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, merupakan satu kesatuan utuh
yang saling terkait, terika, memperngaruhi, membutuhkan, dan menentukan. Oleh
karena itu harus disadari bahwa perubahan satu komponen akan berpengaruh
terhadap komponen-komponen lainnya. Dengan demikian berpikir dan bertindak
system berarti tidak memandang komponen secara parsial, tetapi saling terpadu
satu sama lain secara sinergi.
Sinergi berarti bahwa keseluruhan
lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagiannya. System yang sinergi adalah
tiap-tiap unti atau bagian-bagian bekerja dengan serius dalam tatanannya dan
menyadari secara penuh dan bertanggung jawab terhadap kemajuan system secara
umum.
Sistem memiliki makna bahwa (1) suatu
system terdiri atas bagian-bagian yang saling terkait satu dengan yang lainnya,
(2) bagian-bagian yang saling hubung itu dapat berkerja dan berfungsi secara
independent atau bersama-sama, (3) berfungsinya bagian-bagian tersebut
ditujukan untuk mencapai tujuan umum dari keseluruhan (sinergi), (4) suatu
system yang terdiri atas bagian-bagian yang saling hubung tersebut berada dalam
suatu lingkungan yang kompleks.
e.
Pendekatan
Kontingensi atau Pendekatan Situsional (1950-sekarang)
Pendekatan kontingensi atau pendekatan
situasional adalah suatu aliran teori manajemen yang menekankan pada situasi
atau kondisi tertentu yang dihadapi. Tidak seluruh metode manajemen ilmiah
dapat diterapkan untuk seluruh situasi begitupun tidak selalu hubungan
manusiawi yang perlu ditekankan karena adakalanya pemecahan yang efektif
melalui pendekatan kauantitatif. Itu semua sangat tergantung pada karakteristik
situasi yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar