oleh : Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.SI
Hidup adalah pilihan menjadi topik pilihan
bagi penulis untuk lebih mendalami secara luas dan tajam. Ketertarikan penulis
ini lebih dilandasi dengan pemikiran bahwa Allah SWT telah memberikan anugrah
kepada setiap manusia untuk menjalani kehidupan ini dengan pilihan kehidupan
yang ada pada keputusan manusia itu sendiri. Ketika manusia menjalankan
kehidupannya dengan benar menurut ajaran agama atau manusia menjalankan
kehidupannya dengan caranya sendiri maka itu semua adalah keputusannya dan
menjadi tanggungjawabnya untuk menjalankan kehidupan yang dipilihnya. Hanya yang
menjadi renungan adalah apakah jalan hidup yang dipilih tersebut merupakan buah
keputusan yang sudah difikirkan dengan sadar dan dilandasi dengan ajaran
agama?.
Luar biasa ini
terjadi ketika kita sebagai manusia mau
berfikir bahwa apa sebenarnya hakeket kehidupan yang manusia pilih itu
sebenarnya. Jangan -jangan kita sering lupa bahwa dalam setiap kehidupan yang
telah diberikan oleh Allah SWT terdapat kenikmatan yang selalu dirasakan dan
terdapat hikmah yang terdapat didalamnya, namun manusia sering lupa sehingga
menganggap bahwa kehidupan seolah – olah berjalan dengan sendirinya tanpa ada
bantuan dari sang kuasa. Maka kemungkaran manusia sampai dinyatakan dalam
firman Allah dalam alquran surat Ibrahim ayat 7 dan 8 yang artinya “ Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (8) Dan Musa
berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari
(ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Memang
benar jika dikatakan bahwa sebagian besar manusia itu adalah orang yang tidak
mau bersyukur atau tidak pandai berterima kasih. Bagaimana tidak, ketika Allah SWT
telah begitu banyak memberinya nikmat, baik yang sifatnya lahiriyah maupun
batiniah, banyak manusia yang tidak sadar dan tidak tergerak untuk semakin taat
untuk menjalankan kehidupan ini dengan landasan agama. Meskipun bukan berarti
Allah SWT membutuhkan atas ibadah tersebut. Tapi seharusnya dan sudah menjadi
kewajiban bagi manusia untuk menjadi hamba Allah menjalankan perintah –
perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Ketika kita sebagai manusia menyakini
bahwa hidup adalah pilihan maka kebebasan untuk memilih menjadi mutlak ada di
diri manusia, artinya setiap bentuk apapun dalam kehidupan ini sangat
tergantung dari pilihan – pilihan yang ada pada diri manusia. Mulai dari bangun
tidur sampai dengan tidur kembali diserahkan kepada manusia untuk mengaturnya. Hanya
masalahnya manusia terkadang pada saat memilih tidak memperhatikan apa motif
yang menjadi landasan untuk memilih sehingga terkadang pilihan – pilihan tersebut
bersifat tidak logis dan lebih mementingkan hawa nafsu untuk menjadi landasan
pengambilan keputusan untuk memilih.
Kemudian ketika kita merenungi jenis
pilihan dalam kehidupan ini ternyata lebih banyak kita temui pilihan yang
mengandung dua jenis nilai pilihan yang begitu kontradiktif, misalnya pilihan
ya atau tidak, pilihan satu atau dua, bahkan jumlah pilihan kadang sangat
terbatas sampai – sampai kita dipaksa untuk memilih pada hal – hal yang
dipaksakan karena tidak ada pilihan maka kita mengambil pilihan tersebut tanpa
harus berfikir apakah pilihan tersebut memiliki nilai konsekuensi terhadap hasil
pilihan itu sendiri. Dalam kehidupan sosial kemayarakatan kita baik itu
dikeluarga maupun di masyarakat sering ditemukan keputusan untuk memilih
terkadang dipaksakan sehingga sangat tergantung kepada siapa yang menjadi
penggerak untuk kita memilih. Padahal disatu sisi kita sebagai manusia
diberikan kebebasan untuk memilih tapi disisi lain memilih dari pilihan yang
sudah diberikan tanpa ada alternatif pilihan menjadi sesuatu yang sulit untuk
difikirkan.
Dengan demikian hanya manusia yang
cerdas dan bertanggungjawab yang memutuskan pilihan tersebut dengan nilai
keyakinan dan landasan agama yang kokoh bahwa keputusan tersebut benar – benar sudah
direncanakan dengan matang sehingga pada saat melaksanakan pilihan tersebut tidak
ada keraguan yang menghalanginya. Semoga kita tidak salah dalam mengambil
pilihan pada setiap ritme kehidupan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar