Selasa, 16 September 2014

HIDUP ADALAH PILIHAN



oleh : Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.SI

    Hidup adalah pilihan menjadi topik pilihan bagi penulis untuk lebih mendalami secara luas dan tajam. Ketertarikan penulis ini lebih dilandasi dengan pemikiran bahwa Allah SWT telah memberikan anugrah kepada setiap manusia untuk menjalani kehidupan ini dengan pilihan kehidupan yang ada pada keputusan manusia itu sendiri. Ketika manusia menjalankan kehidupannya dengan benar menurut ajaran agama atau manusia menjalankan kehidupannya dengan caranya sendiri maka itu semua adalah keputusannya dan menjadi tanggungjawabnya untuk menjalankan kehidupan yang dipilihnya. Hanya yang menjadi renungan adalah apakah jalan hidup yang dipilih tersebut merupakan buah keputusan yang sudah difikirkan dengan sadar dan dilandasi dengan ajaran agama?.
Luar biasa ini terjadi ketika kita sebagai  manusia mau berfikir bahwa apa sebenarnya hakeket kehidupan yang manusia pilih itu sebenarnya. Jangan -jangan kita sering lupa bahwa dalam setiap kehidupan yang telah diberikan oleh Allah SWT terdapat kenikmatan yang selalu dirasakan dan terdapat hikmah yang terdapat didalamnya, namun manusia sering lupa sehingga menganggap bahwa kehidupan seolah – olah berjalan dengan sendirinya tanpa ada bantuan dari sang kuasa. Maka kemungkaran manusia sampai dinyatakan dalam firman Allah dalam alquran surat Ibrahim ayat 7 dan 8 yang artinya “ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (8) Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Memang benar jika dikatakan bahwa sebagian besar manusia itu adalah orang yang tidak mau bersyukur atau tidak pandai berterima kasih. Bagaimana tidak, ketika Allah SWT telah begitu banyak memberinya nikmat, baik yang sifatnya lahiriyah maupun batiniah, banyak manusia yang tidak sadar dan tidak tergerak untuk semakin taat untuk menjalankan kehidupan ini dengan landasan agama. Meskipun bukan berarti Allah SWT membutuhkan atas ibadah tersebut. Tapi seharusnya dan sudah menjadi kewajiban bagi manusia untuk menjadi hamba Allah menjalankan perintah – perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Ketika kita sebagai manusia menyakini bahwa hidup adalah pilihan maka kebebasan untuk memilih menjadi mutlak ada di diri manusia, artinya setiap bentuk apapun dalam kehidupan ini sangat tergantung dari pilihan – pilihan yang ada pada diri manusia. Mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali diserahkan kepada manusia untuk mengaturnya. Hanya masalahnya manusia terkadang pada saat memilih tidak memperhatikan apa motif yang menjadi landasan untuk memilih sehingga terkadang pilihan – pilihan tersebut bersifat tidak logis dan lebih mementingkan hawa nafsu untuk menjadi landasan pengambilan keputusan untuk memilih.

Kemudian ketika kita merenungi jenis pilihan dalam kehidupan ini ternyata lebih banyak kita temui pilihan yang mengandung dua jenis nilai pilihan yang begitu kontradiktif, misalnya pilihan ya atau tidak, pilihan satu atau dua, bahkan jumlah pilihan kadang sangat terbatas sampai – sampai kita dipaksa untuk memilih pada hal – hal yang dipaksakan karena tidak ada pilihan maka kita mengambil pilihan tersebut tanpa harus berfikir apakah pilihan tersebut memiliki nilai konsekuensi terhadap hasil pilihan itu sendiri. Dalam kehidupan sosial kemayarakatan kita baik itu dikeluarga maupun di masyarakat sering ditemukan keputusan untuk memilih terkadang dipaksakan sehingga sangat tergantung kepada siapa yang menjadi penggerak untuk kita memilih. Padahal disatu sisi kita sebagai manusia diberikan kebebasan untuk memilih tapi disisi lain memilih dari pilihan yang sudah diberikan tanpa ada alternatif pilihan menjadi sesuatu yang sulit untuk difikirkan.
Dengan demikian hanya manusia yang cerdas dan bertanggungjawab yang memutuskan pilihan tersebut dengan nilai keyakinan dan landasan agama yang kokoh bahwa keputusan tersebut benar – benar sudah direncanakan dengan matang sehingga pada saat melaksanakan pilihan tersebut tidak ada keraguan yang menghalanginya. Semoga kita tidak salah dalam mengambil pilihan pada setiap ritme kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar