Penulis Buku :
Dr. H. Rachmat Maulana M.Si
"ALLAH TIDAK AKAN MERUBAH DIRI KITA KALAU KITA TIDAK MAU MELAKUKAN
PERUBAHAN"
"KALAU
TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI"
1.
PENDAHULUAN
Di dunia ini hanya “Allah SWT “ Tuhan Maha Pencipta yang
tidak akan berubah. Selain itu pasti kita yakini akan berubah, mulai dari awal
sampai pada akhinya. Dari muda sampai tua akhirnya kematian menjemput kita,
dari tumbuh sampai besar akhirnya mengecil dan usang bahkan dibuang dan tidak
terpakai lagi. Itu semua merupakan gambaran perubahan yang harus menjadi
renungan betapa kita sebagai mahluk wajib memikirkan makna dari kata “Perubahan”.
Hal ini penitng untuk direnungi agar setiap manusia dapat mencari hikmah atas
terjadinya perubahan dan mau serta mampu mengantisipasi berbagai hal untuk mempersiapkan
akan datangnya perubahan.
Bagi manusia yang berakal selayaknya akan menerima dengan
berbagai konsekunesi atas terjadinya perubahan, mungkin dengan sikap yang
berbeda dalam merespon terjadinya perubahan. Banyak orang yang sedih, gembira,
biasa – biasa saja, atau respon lain yang biasanya mengikuti dari kata
perubahan. Bagi mereka yang mempersipkan akan terjadinya perubahan maka respon
yang muncul adalah kesiapan untuk
menerima perubahan dengan segala hak dan tanggungjawab yang mengikutinya. Yang jelas
bagi mereka yang siap menerima perubahan terasa sangat nyaman menyambutnya
bahkan mungkin sangat antusias, akan tetapi bagi mereka yang tidak pernah
memikirkan bahkan tidak mempersipakan diri untuk menerima perubahan maka kata “malapetaka
bahkan sering disebut “kiamat kecil” bagi seseorang akan terjadi ketika menerima
perubahan tersebut. Sebuah pukulan berat akan menghamtam dirinya sehingga
ketiadak siapan menerima perubahan menghantarkan dirinya ke suatu kondisi yang
sangat kritis untuk dialaminya.
Allah tidak akan merubah nasib seseorang atau pun nasib masyarakat
apabila seseorang atau masyarakat tersebut tidak mau melakukan perubahan. Hal ini
memberikan suatu keyakinan bagi setiap manusia ataupun masyarakat bahwa
keyakinan untuk melakukan perubahan begitu sangat penting apabila mereka mau
mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih berkualitas dan lebih beradab.
Lantas mengapa manusia seolah – olah tidak cepat atau tidak
tanggap terhadap kesiapan mereka untuk melakukan perubahan. Menurut penulis terkadang
manusia lebih asyik dengan kondisi yang selama ini dirasakan terutama bagi
mereka yang sudah merasa mapan sehingga “Status Quo” manusia sering merasa sudah cukup kaya, sudah
cukup pintar, sudah cukup segalanya sehingga kondisi kemapanan membuat manusia
lupa bahwa kondisi ini sangatlah sementara dan tinggal menunggu waktu akan tiba
masanya untuk mengurangi bahkan menghilangkan kata kemapanan tersebut. Kesadaran
akan mempersipakan diri untuk tetap mau berusaha menjadi manusia yang terus
menerus belajar untuk mempersipkan perubahan menjadi suatu upaya yang bersifat
kontinu dan konsisten yang harus selalu hadir dalam diri manusia. Manakala tiba
masanya maka hanya kata “terimakasih Ya Allah” engkau telah memberi kesempatan
kepada ku untuk mengisi kehidupan ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi
banyak manusia. Dengan penuh kesadaran diri yang kuat maka manusia akan
menerima kondisi perubahan yang dirasakannya tanpa harus terkena “Post Power Sindrome” atau penyakit “3S” yang
sering mengirinya yaitu Stress, Stroke dan Stop yaitu kematian yang datang
akibat terjadinya perubahan yang tidak dipersiapkan dengan baik.
Sekali lagi dengan mempersiapkan diri untuk menghadapi
“perubahan” pada hal apapun maka kita sebagai manusia akan merasa bahwa hidup
ini adalah sementara dan harus diisi dengan semua kebaikan untuk bekal kita dalam
menempuh kehidupan selanjutnya. Oleh karena kata – kata yang pernah penulis
baca dari salah satu buku AA Gym dengan resepnya 3M, mulai dari diri sendiri,
mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang, memberikan inspirasi kepada penulis melajutkan kata - kata tersebut menjadi sebuah tulisan kecil yang penulis berikan judul “SAATNYA BERUBAH” semoga menjadi
manfaat bagi seluruh pembaca dalam memaknai dan mempersiapkan datangnya
perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar