Kamis, 04 September 2014

SAATNYA BERUBAH




Penulis Buku :
 Dr. H. Rachmat Maulana M.Si

"ALLAH TIDAK AKAN MERUBAH DIRI KITA KALAU KITA TIDAK MAU MELAKUKAN PERUBAHAN"

"KALAU TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI"

1.       PENDAHULUAN
Di dunia ini hanya “Allah SWT “ Tuhan Maha Pencipta yang tidak akan berubah. Selain itu pasti kita yakini akan berubah, mulai dari awal sampai pada akhinya. Dari muda sampai tua akhirnya kematian menjemput kita, dari tumbuh sampai besar akhirnya mengecil dan usang bahkan dibuang dan tidak terpakai lagi. Itu semua merupakan gambaran perubahan yang harus menjadi renungan betapa kita sebagai mahluk wajib memikirkan makna dari kata “Perubahan”. Hal ini penitng untuk direnungi agar setiap manusia dapat mencari hikmah atas terjadinya perubahan dan mau serta mampu mengantisipasi berbagai hal untuk mempersiapkan akan datangnya perubahan.
Bagi manusia yang berakal selayaknya akan menerima dengan berbagai konsekunesi atas terjadinya perubahan, mungkin dengan sikap yang berbeda dalam merespon terjadinya perubahan. Banyak orang yang sedih, gembira, biasa – biasa saja, atau respon lain yang biasanya mengikuti dari kata perubahan. Bagi mereka yang mempersipkan akan terjadinya perubahan maka respon yang muncul adalah kesiapan  untuk menerima perubahan dengan segala hak dan tanggungjawab yang mengikutinya. Yang jelas bagi mereka yang siap menerima perubahan terasa sangat nyaman menyambutnya bahkan mungkin sangat antusias, akan tetapi bagi mereka yang tidak pernah memikirkan bahkan tidak mempersipakan diri untuk menerima perubahan maka kata “malapetaka bahkan sering disebut “kiamat kecil” bagi seseorang akan terjadi ketika menerima perubahan tersebut. Sebuah pukulan berat akan menghamtam dirinya sehingga ketiadak siapan menerima perubahan menghantarkan dirinya ke suatu kondisi yang sangat kritis untuk dialaminya.
Allah tidak akan merubah nasib seseorang atau pun nasib masyarakat apabila seseorang atau masyarakat tersebut tidak mau melakukan perubahan. Hal ini memberikan suatu keyakinan bagi setiap manusia ataupun masyarakat bahwa keyakinan untuk melakukan perubahan begitu sangat penting apabila mereka mau mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih berkualitas dan lebih beradab.
Lantas mengapa manusia seolah – olah tidak cepat atau tidak tanggap terhadap kesiapan mereka untuk melakukan perubahan. Menurut penulis terkadang manusia lebih asyik dengan kondisi yang selama ini dirasakan terutama bagi mereka yang sudah merasa mapan sehingga “Status Quo”  manusia sering merasa sudah cukup kaya, sudah cukup pintar, sudah cukup segalanya sehingga kondisi kemapanan membuat manusia lupa bahwa kondisi ini sangatlah sementara dan tinggal menunggu waktu akan tiba masanya untuk mengurangi bahkan menghilangkan kata kemapanan tersebut. Kesadaran akan mempersipakan diri untuk tetap mau berusaha menjadi manusia yang terus menerus belajar untuk mempersipkan perubahan menjadi suatu upaya yang bersifat kontinu dan konsisten yang harus selalu hadir dalam diri manusia. Manakala tiba masanya maka hanya kata “terimakasih Ya Allah” engkau telah memberi kesempatan kepada ku untuk mengisi kehidupan ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak manusia. Dengan penuh kesadaran diri yang kuat maka manusia akan menerima kondisi perubahan yang dirasakannya tanpa harus terkena “Post Power Sindrome” atau penyakit “3S” yang sering mengirinya yaitu Stress, Stroke dan Stop yaitu kematian yang datang akibat terjadinya perubahan yang tidak dipersiapkan dengan baik. 

Sekali lagi dengan mempersiapkan diri untuk menghadapi “perubahan” pada hal apapun maka kita sebagai manusia akan merasa bahwa hidup ini adalah sementara dan harus diisi dengan semua kebaikan untuk bekal kita dalam menempuh kehidupan selanjutnya. Oleh karena kata – kata yang pernah penulis baca dari salah satu buku AA Gym dengan resepnya 3M, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang, memberikan inspirasi kepada penulis melajutkan kata - kata tersebut menjadi sebuah tulisan kecil yang penulis berikan judul “SAATNYA BERUBAH” semoga menjadi manfaat bagi seluruh pembaca dalam memaknai dan mempersiapkan datangnya perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar