Selasa, 16 September 2014

APA YANG SALAH DENGAN PERUBAHAN



Oleh : Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.Si

Terkadang saat kita melihat, mendengar bahkan merasakan hadirnya perubahan ditengah – tengah kita memberikan suasana yang kurang menyenangkan bahkan cendrung merusak akan kebahagian yang sedang kita alami, maka sering kita mengambil sikap seolah – olah hadirnya perubahan menjadi sesuatu yang tidak perlu terjadi bahkan perubahan dijadikan suatu alasan bahwa kesalahan itu terjadi akibat terjadinya perubahan. Pemikiran ini terkadang dibenarkan oleh diri kita sendiri bahkan didukung oleh orang lain yang memiliki kesamaan berfikir atau kesamaan kondisi yang dirasakan oleh diri kita. Pertanyaan yang sangat sederhana apa sebenarnya yang salah dengan perubahan itu sendiri. Banyak waktu yang harus digunakan untuk menjawab pertanyaan ini, karena jangan – jangan memang ternyata kita tidak menginginkan atas terjadinya perubahan.
Pertanyaan berikutnya muncul adalah dari mana asal muasal munculnya perubahan? Apa mungkin perubahan itu yang dipersalahkan atau memang diri kita yang lambat merespon dan beradaptasi atas terjadinya perubahan. Untuk itu perlu perlu kita fahami terlebih dahulu atas awal kehadiran dari perubahan itu sendiri. Secara umum perubahan itu dapat muncul dari dua kategori besar yaitu (1) perubahan yang berasal dari dalam diri Manusia (2) perubahan yang berasal dari luar diri Manusia.
Perubahan yang berasal dari dalam diri manusia dapat diartikan adalah berbagai perubahan kondisi fisik dan phsikis serta mental seseorang sebagai manusia yang tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan umur biologis dan umur kaleder yang dimiliki oleh manusia tersebut. Umur biologis manusia memberikan perkembangan terhadap kondisi struktur tubuh manusia yang semakin hari semakin melemah bila tidak terjaga dengan baik, sedangkan umur kalender manusia akan terus bererak kepada hitungan matematika yang semakin hari semakin bertambah atau dapat diartikan semakin haru semakin tua. 
Dinamika perubahan dalam diri manusia membawa konsekuensi logis untuk menerima atas terjadinya perubahan itu sendiri. Dengan demikian semestinya sebagai manusia  kita menyikapi perubahan dengan hati yang tenang, berfikir logis dan yang paling penting adalah mempersiapkan diri untuk datangnya perubahan. Tidak ada apapun didunia ini yang kekal hanya “Allah” Tuhan yang maha kuasa yang abadi. Oleh karena itu tidak boleh kita menyalahkan terhadap berbagai perubahan tetapi bagaimana kita menerima perubahan itu sendiri. Tanpa sikap penerimaan yang kuat maka kemungkinan besar badai perubahan akan menjadi masalah dalam diri kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar