Oleh : Dr. H. Rachmat Maulana S.Sos, M.Si
Terkadang saat kita melihat, mendengar
bahkan merasakan hadirnya perubahan ditengah – tengah kita memberikan suasana
yang kurang menyenangkan bahkan cendrung merusak akan kebahagian yang sedang
kita alami, maka sering kita mengambil sikap seolah – olah hadirnya perubahan
menjadi sesuatu yang tidak perlu terjadi bahkan perubahan dijadikan suatu
alasan bahwa kesalahan itu terjadi akibat terjadinya perubahan. Pemikiran ini
terkadang dibenarkan oleh diri kita sendiri bahkan didukung oleh orang lain
yang memiliki kesamaan berfikir atau kesamaan kondisi yang dirasakan oleh diri
kita. Pertanyaan yang sangat sederhana apa sebenarnya yang salah dengan
perubahan itu sendiri. Banyak waktu yang harus digunakan untuk menjawab
pertanyaan ini, karena jangan – jangan memang ternyata kita tidak menginginkan
atas terjadinya perubahan.
Pertanyaan berikutnya muncul adalah dari
mana asal muasal munculnya perubahan? Apa mungkin perubahan itu yang
dipersalahkan atau memang diri kita yang lambat merespon dan beradaptasi atas
terjadinya perubahan. Untuk itu perlu perlu kita fahami terlebih dahulu atas
awal kehadiran dari perubahan itu sendiri. Secara umum perubahan itu dapat
muncul dari dua kategori besar yaitu (1) perubahan yang berasal dari dalam diri
Manusia (2) perubahan yang berasal dari luar diri Manusia.
Perubahan yang berasal dari dalam diri
manusia dapat diartikan adalah berbagai perubahan kondisi fisik dan phsikis
serta mental seseorang sebagai manusia yang tumbuh dan berkembang seiring
dengan perkembangan umur biologis dan umur kaleder yang dimiliki oleh manusia
tersebut. Umur biologis manusia memberikan perkembangan terhadap kondisi
struktur tubuh manusia yang semakin hari semakin melemah bila tidak terjaga
dengan baik, sedangkan umur kalender manusia akan terus bererak kepada hitungan
matematika yang semakin hari semakin bertambah atau dapat diartikan semakin
haru semakin tua.
Dinamika perubahan dalam diri manusia membawa
konsekuensi logis untuk menerima atas terjadinya perubahan itu sendiri. Dengan demikian
semestinya sebagai manusia kita
menyikapi perubahan dengan hati yang tenang, berfikir logis dan yang paling
penting adalah mempersiapkan diri untuk datangnya perubahan. Tidak ada apapun
didunia ini yang kekal hanya “Allah” Tuhan yang maha kuasa yang abadi. Oleh karena
itu tidak boleh kita menyalahkan terhadap berbagai perubahan tetapi bagaimana
kita menerima perubahan itu sendiri. Tanpa sikap penerimaan yang kuat maka kemungkinan
besar badai perubahan akan menjadi masalah dalam diri kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar